Skip to main content

Posts

Showing posts with the label celoteh hati

2 Pagi

Terbangun seperti biasa... keheningan malam yang menenangkan, betapa sepi dan hanya bisa merengkuh bayang-bayang orang yang kita cintai dalam kalbu. Terbelenggu rasanya, mungkin sudah lelah dengan med, atau kegelisahan yang selalu tiba ketika akan ditinggal pergi, entah lah... Aku hanya merasa berburu dengan waktu dan aku tak sabar untuk menjalani prosesnya dan mengetahui akhirnya. Lelah sudah... Bilapun akhirnya yang kucintai pada akhirnya pergi, mungkin aku tak kan mencari lagi. Sudah cukup dan capai buatku melalu proses itu-itu lagi. Berusaha menyesuaikan, saling mengerti dan gak ketinggalan dong, saling melukai. Ya aku baru saja meminum med ku yang lain untuk atasi insomnia ku. Dan aku isi waktu dengan menulis tanpa jelas di pagi hari... dan hm... aku tak ingin tidur.. sangat tidak ingin, tapi logic said i need to sleep. Can we just have a good dream family or circle of friends who love each other and out of hate from this world? Why we need to go to a process like pemilu e...

Lelah

Ketika lidah kembali berbicara tajam, ketika mata selalu ingin tertutup, ketika badan berat untuk diangkat, ketika malas sangat melanda, ketika nafas berasa berat, ketika gairah tidak ada, ketika bicarapun tak lagi ingin, ketika hanya ingin terdiam dan merasa lelah... Aku tersadar... dia kembali menguasai diriku... pertahanan med sepertinya hancur berantakan, dan aku harus coba self management yang baik. Jangan ada lagi hati yang terluka, jangan ada lagi korban yang jatuh, jangan terjadi lagi yang terkasihi pergi, jangan adalagi luka tergores, kucoba kunci terakhir yang kudapat... pasrah... Tarikan nafas panjang, kupaksa otak ku kembali berjalan... Aku punya Dia yang Maha Kuasa, aku punya dark angel yang sangat kucintai, dan banyak orang yang mungkin peduli. Berhenti lari, harus segera diselesaikan dan dilewati. Dada berdenyut sakit, tapi aku yakin akan bisa terlewati. Hanya perlu bersabar sedikit saja... hanya sedikit saja... Ayok kaki, melangkah pelan... sedikit saja.. paling tidak j...

Absurd

Sebenarnya aku bingung harus mulai darimana menggambarkannya. Kadang maksud yang termaktub dalam sebuah tulisan bisa disalah artikan oleh seseorang tergantung keadaan hatinya. Dan yang lebih sulit lagi adalah, ketika kita ingin mengakui dan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang sudah peduli kepada kita, tapi malah terjebak dalam pusaran yang rumit antara arti yang satu dengan arti yang lainnya, tergantung penafsiran orang yang membacanya. Persfektif, sebuah kata yang memang sederhana namun penting. Dan kadang hal yang indah malah menjadi pertarungan antara beberapa ego yang buat aku sendiri melihatnya menjadi sedih. Bila ku memilih diam, aku takut kehilangan mereka. Dan ketika aku berbicara, malah mendorong sebuah ketidak adilan bagi yang satu dan yang lainnya. Dan kadang apesnya, sasaran yang diharapkan malah diam seribu bahasa wkwkwkwk. Tapi itulah pernak perniknya dunia. Jangankan tulisan yang beralinea-alinea, sebuah twit dengan hashtag "cc #ayang" aja terlihat b...

Cure of the Anger

Udah pernah lihat film The Glass? Ketika "kepribadian" beast luluh dalam pelukan tulus kasih sayang yang berani dari Casey? Sebuah pribadi yang merupakan personifikasi kemarahan yang telah banyak memakan korban karena dibutakan oleh angkara... Udah pernah lihat film Justice League? Ketika Superman dibangkitkan dan dia terbangun dalam kebingungannya, meluapkan amarahnya pada semua, gelap mata dan tak tahu lagi jati dirinya. Luluh oleh sebuah pelukan yang berani nan tulus dari seorang Lois Lane. Badai yang berkecamuk seketika teredam dan dia menemukan kedamaiannya. Anda mungkin hanya bisa bilang lebay dan itu hanya ada di film saja. But not for me. Saya sering gelap mata ketika episode manic saya kambuh. Meledak-ledak dengan membawa korban yang banyak, bahkan darah orang lain dan kesedihan tak terperi sesudahnya. SElama ini tak ada yang berusaha meraih saya karena saking menakutkannya saya. Dan yang bisa menaklukkan saya waktu dahulu adalah sang ayah yang amat sangat saya c...

Mendengar

Yup, hari ini topiknya mendengar... baik dari mereka yang menjenguk, dari angin yang berhembus, maupun dari teman serumah dan dari kekasih tentunya. Aku mendengar dan menghasilkan berbagai keputusan yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh segelintir orang saja. Beberapa saat lalu, aku membaca di salah satu twit bagaimana salah satu netizen menyarankan yang ingin hidup bersama ODB yang diumpamakan olehnya sebagai "orang yang begini", itu harus pikir-pikir dulu. Memerlukan energi yang lebih dan supaya hati-hati. Memang terdengar biasa, tapi buat aku yang dikelompokkan sebagai orang yang "begini" dan harus hati-hati, hanya menambah jelas stigma bila yah emang faktanya ODB yang termasuk dalam mental illness lebih banyak nyusahinnya dan kalo bisa dijauhi. Untungnya, aku udah terbiasa untuk mendapatkan stigma itu, dari kecil, dari keluarga malah, apalagi dari orang lain. Sehingga ketika ada orang berbicara seperti itu, aku hanya bisa tersenyum dan menerima kodratku. ...

Hantu Yang Selalu Ada

Ketika hati ini terdiam, tiba-tiba semakin sulit untuk bersuara kembali. Dan ketika akan memulai berbicara, bermacam hantu kembali mendatangi dalam bentuk cemas, gundah, gelisah... Apakah ketika aku melihat beberapa pintu mulai tertutup, atau ketika aku menunggu dalam penantian. Gundah gelisah dan rasa takut... Takut melukai kembali, takut melangkah, takut mengecewakan. Dan akhirnya kembali sepi sendiri. Hmm... mungkin yah aku harus persiapkan diri untuk yang terburuk sehingga aku tak lagi merasa takut akan hantu-hantu itu bukan? Kembali kupakai kunci terakhir yang kutemukan, pasrah. Aku tahu keadaanku dan bisa memahami keterbatasanku. Bila pun pintu-pintu itu tidak pernah terbuka lagi, bilapun yang kunanti tiba dan aku tak bisa memberikan yang diharapkan, setidaknya aku telah berusaha menjadi diriku apa adanya. Dengan keterbatasanku. Inilah aku. Dan aku yakin, hantu-hantu itu akan selalu ada, setia menemani, baik ketika aku tersadar, maupun aku sedang tertidur. Apakah seperti in...

Pasrah

Yup, aku rasakan perubahanku setelah aku mengetahui efek yang lain dari BDku... gw bener2 sangat tidak sempurna. Laki-laki yang tidak jantan dengan otak yang sengklek wkkwkwk. Aku hanya tersenyum dan menerima semua itu, yang akhirnya berujung kepada pasrah. Ternyata, dengan kunci baru ini, aku juga bisa menerima dengan senyuman ketika orang yang kita kasihi masih rindukan dia, cintai dia, khawatirkan dia. Dan sukurnya dengan rasa cinta yang besar dan pasrah, aku bisa menerima semua keadaan apa adanya. Well, mungkin aku bisa omong gitu karena BD ku under control... seperti kata dr Iwan, dia bilang dlm pertemuan terakhir kalo aku datang dalam kondisi yang parah dan fatal. Aku tidak lagi sama dengan yang dulu, dimana skrg penuh keterbatasan, tapi ya terima dan sukuri saja yang ada sekarang. Bukan berarti menghentikan med akan mengembalikan aku seperti dulu lagi. So yah.. Aku pasrah.. dan kuharap, kamu semua yang ada disana dan peduli padaku untuk tetap bersabar, baik dengan kondisim...