Skip to main content

Ironi

Kupikir seperti itulah hidup
Berjuang untuk orang lain
Berusaha diterima oleh orang lain
Berusaha membahagiakan orang lain

Kupikir akulah sang bijaksana
Mengarahkan mereka yang nestapa
Memperkuat mereka yang terperdaya
Berusaha ada untuk mereka yang sengsara

Kupikir aku memang seperti ini
Ditakdirkan untuk orang lain
Selalu merasa empathy pada yang lain
Bahkan tidak ragu memberikan nyawa untuk mengganti

Kupikir memang aku harus selalu mengalah
Harus mengalah agar bisa mendpatkan senyumnya
Harus mengalah agar keinginanku terpenuhi
Harus mengalah agar bisa mendapatkan pelukan
Bukan karena diinginkan, bukan karena dicintai

Kupikir aku telah mengenal diriku seutuhnya
Kupikir aku yang telah menjalani waktu
Mengerti sepenuhnya akan diriku
Mengerti sepenuhnya akan bipolarku

Dan kotak pandora pun terbuka
Oleh sang begawan bijaksana
Selama ini aku terbelenggu
Aku harus meninggalkan pendampingku

Dan aku termangu...
Terjawab sudah semua kelabu
Dengan dark angel disampingku
Dan sesuai titah sang begawan di gunung Merbabu

Aku harus kuat meninggalkannya
Aku harus berhenti mengasihinya
Aku harus berhenti berusaha membahagiakannya
Karena bila aku tetap melakukannya, yang menjadi korban hanya satu
Yaitu aku...

Puluhan tahun kulalui
Aku baru sadar diri
Aku terus berlari dan berlari
Dan pada akhirnya harus kembali menghadapi
Hantu yang telah lama aku hindari

Ironi... ketika aku memaksa yang lain untuk menghadapi
Ketika aku merasa telah menghadapi semua yang menghalangi
Tanpa sadar aku belum menghadapi duriku sendiri
Dan ternyata duri itu ada disisiku sendiri

Umur bertambah, aku telah semakin tua
Rambut memutih aku tak lagi muda
Ada perasaan lega diantara khawatir dan duka
Inilah makna sesungguhnya dari sang Maha Dewa
Kenapa kita dipertemukan dan bersama

Aku tahu kamu sangat belia
Aku tau aku sangat renta
Jalan berliku telah kita hadapi
Dan kita tak juga bisa saling pergi

Kita telah melihat bayang gelap di depan kan sayang?
Dan saat ini kamu yang memanduku
menjalani onak berduri
Menuju cahaya terang yang sejati
Itulah sebab kenapa kubilang engkau sangat berani..

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Dalam Kenangan

 Dear diary, Lagi pengen nulis lagi untuk hari ini, tiba-tiba teringat lagi kenangan yang telah lalu bersama angel, bagaimana kami berpetualang di alam, yup, alam  kebetulan adalah hal yang kami sukai berdua, walopun terlambat untuk diketahui oleh kami. Salah satunya yang terlintas dalam benakku adalah ketika kami melakukan perjalanan ke pemandian air belerang di suatu tempat di daerah Tangerang. Perjalanan jauh yang seru dan kami menikmatinya. Setiba disana kami pun berendam di kolam yang tersedia, kolam-kolam dengan air memutih karena belerang dan asap yang mengepul. Setelah sekian lama berendam dan kami mengakhirinya, kami langsung kembali pulang setelah sempat berhenti untuk makan di tengah jalan. Ketika tiba di rumah, kami kok merasakan kelelahan yang amat sangat, badan berasa rontok dan lemas sekali. Dan ternyata, barulah kami tersadar bila kami terlalu lama berendam setelah membaca dari google. Dear diary, Aku tersenyum sendiri mengingat itu. Yup, saat ini aku hanya bis...

HYPERSEXUALITY: Signs, Symptoms, Treatment, & More!

This is what I felt also... :(

Precious One

You feel all right when you have it Just one ordinary day from many But when you lost it The day became nasty like a bitch You don't know how precious what you have Until the very moment you don't have Sometime you can only regret Sometime you have a chance to make it right Change is a necessity Someone can also change for their precious one The others too selfish to admit that they already have it Keep reject it till at the end, regret it V'z whfg ab bar...